Meningkatkan Well-Being Karyawan demi Kesuksesan Organisasi

Salah satu hal yang mungkin bikin frustrasi kebanyakan leader di organisasi yang bergerak dalam bidang apapun itu adalah saat timnya bekerja tidak sesuai harapan, seperti penurunan tingkat produktivitas. Tapi tahan dulu, jangan langsung menyalahkan karyawan-karyawan anda ya. Karena mungkin saja permasalahannya terletak pada tidak terjaganya well-being karyawan anda. Hal tersebut dibuktikan lewat studi Global Human Capital Trends 2020 yang menyebutkan bahwa, 80% dari hampir 9,000 karyawan merasa well-being adalah faktor terpenting untuk menentukan produktivitas karyawan anda.

 

Nah maka dari itu, untuk tetap bisa meraih hasil yang maksimal, organisasi memiliki peran penting untuk selalu bisa menjamin well-being karyawan-karyawannya. Dilansir dari Workplace prevention of mental health problems: Guidlelines for organisations yang diterbitkan oleh University of Melbourne, Salah satu ujung tombak dalam menjaga well-being karyawan adalah role of leadership. Para leader seperti manager atau supervisor harus memiliki kemampuan leadership yang mumpuni untuk menciptakan manajemen yang suportif sehingga dapat menjamin well-being karyawan-karyawannya. 

 

Langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan?

 

  • Membangun Kultur Well-Being

Kultur merupakan fondasi dari sebuah organisasi karena segala macam aturan maupun program dihasilkan dari kultur organisasi tersebut. Menurut majalah Forbes, banyak sekali manfaat jika kultur organisasi bisa memprioritaskan well-being karyawan. Organisasi akan mendapatkan banyak manfaat seperti meningkatnya antusiasme karyawan, lingkungan kerja yang suportif, meningkatnya kinerja tim, dan peningkatan penghasilan. Hal ini terjadi karena adanya ikatan mendalam antara organisasi dan karyawan. Disisi lain, leader sebagai ujung tombak harus mampu membawanya dalam kehidupan sehari-hari dalam organisasi. 

  • Mengembangkan skill Karyawan

Seperti yang dilansir di Hubstaff, salah satu cara organisasi untuk berkembang adalah dengan meningkatkan skill karyawannya, terutama soft-skill. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pelatihan soft-skill seperti pengorganisasian atau manajemen waktu. Sumber tersebut pun mengatakan bahwa soft-skill sangat mempengaruhi produktivitas karyawan. Dalam hubungannya dengan well-being, peningkatan skill tersebut berdampak positif bagi mental karyawan seperti peningkatan kepercayaan diri. Disisi lain, pelatihan-pelatihan tersebut akan menunjukan bahwa organisasi peduli dengan masa depan karyawan-karyawannya sehingga munculah ikatan yang sehat antara keduanya. 

  • Meningkatkan Komunikasi 

Komunikasi yang baik dalam lingkungan kerja juga menjadi salah satu kunci untuk dapat menjamin well-being karyawan. Saat karyawan merasa nyaman untuk dapat berkomunikasi, mereka akan bisa mengutarakan segala macam permasalahan di lingkungan kerja. Sehingga tidak ada hal yang membebani benak mereka. Selain itu, studi McKinsey yang terdapat dalam artikel di Hubstaff menyebutkan bahwa meningkatkan komunikasi tim juga berpengaruh pada peningkatan produktivitas karyawan hingga 25%. 

  • Menjaga Kesehatan Karyawan 

Kita semua setuju bahwa karyawan adalah aset utama dari sebuah organisasi. Maka dari itu, kesehatan mereka sangatlah penting. Dan well-being karyawan pun sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan, baik fisik maupun mental. Selalu perhatikan mereka. Apakah mereka terlihat lelah atau stres hingga menunjukan tanda-tanda burn out? Jika iya, cari cara untuk bisa membantu mereka. Seperti mengadakan program kesehatan atau menerapkan jadwal kerja yang fleksibel demi tercapainya well-being karyawan. Seperti data yang ditampilkan di Hubstaff, 53% karyawan yang memiliki akses ke program kesehatan merasa bahwa kesehatannya makin meningkat. 

  • Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja Karyawan

Koopman dalam artikel di Project Guru menyatakan bahwa penilaian performa kerja merupakan faktor penting dalam leadership dan manajemen bisnis modern. Penilaian tersebut dapat digunakan sebagai evaluasi untuk meningkatkan well-being karyawan. 

 

Sekarang anda tahu bahwa well-being karyawan anda sangatlah penting untuk kesuksesan organisasi anda. Namun, mungkin anda masih bingung bagaimana cara memulainya. 

 

 

Salah satu visi kami dari Ikigai Consulting adalah menciptakan solusi untuk permasalahan ini lewat program Ikigai Employee Holistic Wellbeing Assistance Program. Lewat program ini, anda dapat meningkatkan produktivitas dan well-being karyawan anda dengan cepat, terpercaya, dan konfidensial. 

 

Lewat program ini, konsultan kami akan membantu anda untuk menganalisa kebutuhan spesifik organisasi anda lewat kacamata enam area well-being yaitu kesehatan fisik dan emosional, karir, sosial, finansial, serta komunitas. Expert yang ada di platform kami sudah terkurasi dan tersertifikasi sehingga well-being karyawan anda berada dalam tangan yang tepat. Terakhir, penggunaan digital platform yang mempermudah proses administrasi, pencatatan, dan transparansi. 

 

Dari beberapa ulasan artikel diatas, sekarang anda tahu bahwa well-being karyawan anda sangatlah penting untuk kesuksesan organisasi anda. Namun, mungkin anda belum bisa sepenuhnya memahami bagaimana konsep well-being bisa di aplikasikan dalam organisasi anda. Kalau anda butuh demo yang lebih jelas untuk permasalahan tersebut, anda bisa request demo di Ikigai Employee Holistic Wellbeing Assistance Program

 

Referensi :

 

Workplace prevention of mental health problems: Guidelines for organisations. Melbourne School of Population and Global Health, University of Melbourne; 2013.

Diakses pada 29 Maret 2022

 

Forbes, https://www.forbes.com/sites/jimpurcell/2019/07/25/how-to-build-a-culture-of-employee-wellbeing/?sh=2f09b11313d7 

Diakses pada 29 Maret 2022

 

Hubstaff, https://blog.hubstaff.com/employee-productivity/#develop-team-skills 

Diakses pada 29 Maret 2022

Post a Comment:

+62 812-2747-8988
info@ikigaiguild.com