Bohong Dua Kali Sehari itu Wajar?

“Hah, kok bohong wajar sih? Bukannya bohong itu perbuatan yang ga baik ya?”, agak sulit dipercaya namun menurut artikel di KlikDokter, sebanyak 60 persen orang berbohong setidaknya sekali dalam percakapan 10 menit. Dalam rentang waktu tersebut terdapat 2-3 kebohongan yang muncul. Mungkin untuk menjaga perasaan orang atau menjaga rahasia yang sudah dipercayakan oleh orang. Bisa juga karena alasan sepele, untuk mencairkan suasana misalnya. Coba deh ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu bohong…

 

Memang sekali dua kali berbohong itu wajar, tapi jika berbohong terlalu berlebihan, bisa jadi mengarah kepada situasi yang lebih serius. Kira-kira situasi lebih serius seperti apa ya?

 

Pembohong Patologis

 

pembohong patologis cenderung mewujudkan pendekatan yang lebih manipulatif untuk berbohong. Tujuan mereka berbohong sendiri adalah untuk mencapai keuntungan pribadi, Seperti mendapatkan perhatian dari orang lain. Dari artikel di MedicineNet yang Mingai baca sih, kebohongan jenis ini merupakan sebuah coping mechanism dan seringkali dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental seperti antisocial personality disorder (APD) dan narcissistic personality disorder (NPD). Pembohong patologis tidak memperdulikan dan menghargai perasaan orang lain sehingga mereka tidak menyesali kebohongan mereka. Pembohong patologis juga bisa meyakinkan orang lain dengan kebohongannya. Hal ini dikarenakan pembohong patologis sangat lihai berbohong, mereka tau caranya untuk percaya diri saat berbohong sehingga sulit untuk tidak mempercayai mereka. 

Pembohong Kompulsif

 

Pembohong kompulsif ini hampir  sama dengan kebohongan yang sehari-hari kita lakukan, namun lebih sering. Menurut Dr. Ramani seperti yang dikutip dari artikel di popbela.com, pembohong kompulsif cenderung berbohong dalam situasi rendah atau tanpa resiko. Pembohong jenis ini cenderung melakukan kebohongan karena kebiasaan dan bukan untuk memanipulasi orang lain. Karena kebiasaan tersebutlah, mereka cenderung lebih nyaman mengatakan kebohongan dibanding kenyataan. Kebohongan sudah seperti kebutuhan. Kebohongan jenis ini berkembang dari lingkungan yang melihat kebohongan sebagai sesuatu yang harus dan rutin dilakukan. Menurut MedicineNet, Kebohongan yang mereka utarakan spontan dan seringkali tanpa tujuan ataupun manfaat tertentu. Pembohong kompulsif tidak selalu mengidap gangguan kesehatan mental. Namun, pengidap attention deficit hyperactivity disorder (ADHD), bipolar disorder, dan borderline personality disorder cenderung berbohong secara kompulsif. Pembohong kompulsif tidak begitu lihai dalam berbohong. Mereka seringkali menunjukan tanda-tanda umum saat berbohong seperti menghindari kontak mata, berkeringat, atau berbicara tidak lancar. 

 

Kebohongan Patologis VS Kebohongan Kompulsif

 

Patologis Kompulsif
Memiliki tujuan tertentu Tanpa alasan dan tujuan tertentu
Manipulatif  kebiasaan yang sulit dihentikan
Terstruktur Spontan
Lebih ahli berbohong sehingga kebohongan sulit tertebak Kebohongan mudah ditebak karena cenderung memperlihatkan gerak-gerik berbohong

 

Bagaimana Cara Mengatasi Permasalahan Ini?

Jika Ikigaimates mengalami gejala-gejala persis seperti yang tercantum dalam artikel ini, gaperlu takut lagi karena Ikigai Consulting siap membantu kamu. Ikigaimates bisa kunjungi Ikigai Platform untuk berkonsultasi dengan sensei-sensei ikigai consulting yang berfokus pada persoalan mental health. Mereka siap banget untuk membantu kamu menemukan jalan keluar dari permasalahan yang lagi kamu hadapi. Jadi tunggu apalagi, segera konsultasikan dengan sensei-sensei Ikigai Consulting ya!

 

Referensi :

 

Klik Dokter,

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3636657/hobi-berbohong-ketahui-dua-tipe-pembohong-ini 

Diakses pada 12 April 2022

MedicineNet, https://www.medicinenet.com/pathological_liar_vs_a_compulsive_liar/article.htm 

Diakses pada 12 April 2022

Popbela, https://www.popbela.com/relationship/single/elga-windasari/kenali-perbedaan-pembohong-patologis-dan-kompulsif/5 

Diakses pada 12 April 2022

 

 

Comments:

  • 22 April 2022
    Widiono

    Terkadang pekerjaan yg belum selesai dikerjakan dan seolah tdk ada habisny masih menghantui pikiran walaupun sdh dirumah, jadi seakan2 membawa pekerjaaan kembali ke rumah

    reply

Post a Comment:

+62 812-2747-8988
info@ikigaiguild.com